Pertanian kota/Urban farming

Urban farming/agriculture atau Pertanian kota:

Pertanian kota dapat didefinisikan secara singkat sebagai tumbuhnya tanaman dan meningkatnya jumlah hewan di dalam dan di sekitar kota-kota. Fitur yang paling mencolok dari pertanian kota, yang membedakannya dari pertanian pedesaan, adalah bahwa hal itu terintegrasi ke dalam sistem ekonomi dan ekologi perkotaan: pertanian kota tertanam dalam dan berinteraksi dengan ekosistem perkotaan. Hubungan tersebut termasuk penggunaan penduduk perkotaan sebagai buruh, penggunaan sumber daya khas perkotaan (seperti sampah organik sebagai kompos dan air limbah perkotaan untuk irigasi), hubungan langsung dengan konsumen perkotaan, dampak langsung pada ekologi perkotaan (positif dan negatif), menjadi bagian dari sistem pangan perkotaan, bersaing untuk lahan dengan fungsi perkotaan lainnya, yang dipengaruhi oleh kebijakan perkotaan dan rencana, dll. Pertanian kota bukanlah randa dari masa lalu yang akan memudar (meningkatnya pertanian kota ketika kota tumbuh), juga dibawa ke kota oleh imigran pedesaan yang akan kehilangan kebiasaan di desa mereka dari waktu ke waktu. Ini merupakan bagian integral dari sistem perkotaan.

Mengapa pertanian kota?

 

Urbanisasi yang cepat yang berlangsung dan berjalan bersama-sama dengan peningkatan yang pesat dalam kemiskinan perkotaan, serta kerawanan pangan perkotaan. Pada tahun 2020 negara-negara berkembang di Afrika, Asia, dan Amerika Latin akan menjadi rumah bagi sekitar 75% dari semua penduduk kota, dan delapan dari sembilan diantisipasi menjadi mega-kota dengan populasi lebih dari 20 juta. Diharapkan pada tahun 2020, 85% dari orang miskin di Amerika Latin, dan sekitar 40-45% dari orang miskin di Afrika dan Asia akan terkonsentrasi di kota-kota dan lingkaran luar kota tersebut.

Kebanyakan kota di negara-negara berkembang memiliki kesulitan besar untuk mengatasi perkembangan ini dan tidak dapat menciptakan lapangan kerja formal yang cukup bagi masyarakat miskin. Mereka juga telah meningkatkan masalah dengan pembuangan limbah perkotaan dan air limbah, serta mengurangi udara dan air sungai yang berkualitas. Pertanian kota memberikan strategi pelengkap untuk mengurangi kemiskinan perkotaan dan kerawanan pangan dan meningkatkan pengelolaan lingkungan perkotaan. Pertanian kota memainkan peran penting dalam meningkatkan ketahanan pangan perkotaan karena biaya penyediaan dan pendistribusian makanan ke daerah perkotaan berdasarkan produksi pedesaan dan impor terus meningkat, dan tidak memenuhi permintaan, terutama dari penduduk kelompok miskin. Selain dari ketahanan pangan, pertanian kota adalah sebuah kontribusi untuk pengembangan ekonomi lokal, pengentasan kemiskinan dan inklusi sosial masyarakat miskin di perkotaan dan perempuan pada khususnya, serta penghijauan kota dan penggunaan kembali hasil limbah perkotaan. Pentingnya pertanian kota semakin diakui oleh organisasi internasional seperti UN-Habitat dan FAO (World Organisasi Pangan dan Pertanian).